Ruang, waktu dan kesempatan adalah sesuatu yang aku minta ketika diberikan tawaran
Entah kenapa!? tapi ketiganya pun rasanya hampa bila di tengah ruang, waktu dan kesmpatan itu hadirmu tak ada
Selalu saja dirimu adalah candu yang tak berkesudahan dikonsumsi pikiranku
Kita sudah terbiasa untuk biasa-biasa saja, namun tahukah kamu?
Indahmu selalu membuat hati ini untuk tidak biasa-biasa saja, selalu berdebar saat di dekatmu
Urusan aku mengagumi dirimu biarlah sederhana, sesederhana kalimat diawal, ditengah dan diakhir obrolan kita
Memang semua singkat, tapi percayalah sesingkat apa pun obrolan kita, setiap kata darimu adalah notifikasi yang paling kutunggu
Ini adalah ironi, mungkin saja kita perlu menabung kata-kata dan disiapkan untuk perbincangan selanjutnya
Rentetan kisah pertemuan kita tengah kususun kembali untuk mengingat perjalanan di mana kita mulai berbincang
Aku sedang mengingat-ingat siapa yang memulai diantara kita saat itu, saat semua yang kita bicarakan adalah hal-hal yang masing-masih kita suka
Hanya saja kita masih berjiwa muda saat itu, dirimu yang berani, periang dan selalu menggebu sedang aku takut akan kehilangan
Arahku hanya memikirkan untuk bagaimana terus bersamamu, namun aku baru sadar!
Yang membuatmu pergi adalah pernyataanku yang membuatmu menunggu
Untuk semua yang kukira sudah pasti dan baik-baik saja.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar